SeputarBogor.id – Himpunan Alumni IPB (DPP HA IPB) kembali menggelar program Future Agile Leadership Program (FALP) untuk batch ke-4. Program ini bertujuan mengembangkan kepemimpinan bagi siswa SMA di seluruh Indonesia, dengan acara kick-off yang berlangsung Sabtu (9/11/2024) di Gedung Alumni IPB Baranangsiang, Kota Bogor, serta diikuti secara online dan offline oleh ratusan siswa.
Ketua Umum DPP HA IPB, Walneg S. Jas, menjelaskan bahwa FALP dirancang sebagai wadah pengembangan diri bagi siswa SMA yang aktif berorganisasi. “Program ini adalah bagian dari kontribusi kami bagi bangsa, dengan membekali calon pemimpin muda melalui rangkaian webinar dan sesi mentoring dari alumni IPB,” ujar Walneg kepada awak media.
Program FALP tahun ini menargetkan partisipasi 4.500 hingga 5.000 siswa SMA dari seluruh Indonesia. Selama program, peserta akan mengikuti berbagai tahapan seleksi, dengan tujuan akhir mendapat “golden tiket” untuk masuk IPB tanpa tes. Rangkaian kegiatan FALP mencakup webinar mentoring, proyek sosial, leadership camp, serta penghargaan untuk peserta terbaik.
“Pendaftaran sudah dibuka hingga 21 November. Kami menargetkan 5.000 siswa untuk mengikuti webinar series, yang nantinya akan disaring menjadi 500 peserta dalam proyek sosial,” jelas Walneg. Dari 500 peserta tersebut, 75 siswa terbaik akan dipilih untuk mengikuti leadership camp, dan dalam sesi ini akan diseleksi 15-20 siswa untuk mendapatkan golden tiket masuk IPB.
Prof. Dr. Ir. Iskandar Z. Siregar, Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerjasama, dan Alumni IPB, menyambut baik program FALP yang dinilai efektif dalam merekrut calon mahasiswa dengan jiwa kepemimpinan yang kuat. “Dengan mengundang siswa SMA yang aktif berorganisasi, kami berharap dapat menjaring calon pemimpin masa depan,” ujar Prof. Iskandar.
Ketua Pelaksana FALP 2024, Farhan Al Ghifari, menambahkan bahwa program ini terbuka bagi siswa SMA yang aktif di OSIS, MPK, atau kegiatan ekstrakurikuler lain di sekolah masing-masing. “Selain aktif berorganisasi, peserta FALP juga harus memiliki nilai rata-rata rapor minimal 80,” kata Farhan.